Selasa, 03 Mei 2011
SMP 3 LEMBANG: How to Make an Invitation
Selasa, 23 November 2010
Lowkey: Alphabet Assassin Lyrics
A
I'm an animal, and an angry academic activist, axe and assassinate the alphabet in an ambulance. ahki I'm aggy and I'm actually anti arrogant artists that ask in american accents by accident.
B
Batter babbling battlers with a bag of batteries, ban these bias blaggers because they're badly backwards b, batty bible bashers get badded basra to brackenbury. baffle backpackers with bars bad as a big of b.
C
catty crackheads get cancelled canada to canterbury cussing my click catch a cavalry crashed into casualty. A cunning culprit that covers conversation candidly, cool calculated cannibal that causes carnage casually.
D
Diddy Didn't Do Diddly, Dead it, Did it with Dignity. You Dilly Dally and Diss from Distance Dig it I Disagree. You Did it for Digits, Dickhead Dummy I Do it Differently. I Define Deliberately Diligent Delivery.
E
coz Everything is Everything its Evidence my Essence is Every Element, Effortlessly Edit your Enterprise with Eloquence. Elevate with the Energy of Eminem, Every Entity that's Ever been a Enemy I'm Ending them.
F
The fact is I fracture factors to fragments fantastically, fibbers fabricate fallacies and find fantasy. I flip faithless fellas from fakers to flippin fans of me, flippantly famish and finish these fanatics factually.
G
Give gangsters gangrene and gain green gradually, grapple and gatecrash your gathering with a gang of Gs. Gallivanting geezers get guided to the galaxy, or gallows for gambling with a generals geniality.
H
Happily hack hackers that happen to have a hack with me like Hatton I'm habitually hazardous how it has to be. Hospitalise haters from Holland, Holloway or Hackney, hate hagglers and I hang 'em with a handkerchief.
I
illustrius illustrator, illest in the industry, illicitly cause illiterate idiots injury. Impatient cause Illuminati impede my innovations, while ignorant imbeciles idolise my imitations.
J
I jack a jackal for his jacket and just jam, got jittery jockeys jabbering, Jamaica to Japan. Got jealous junkie jokers jabbing, January-to-January my journal is a journey just don't jinx my jiggy jamboree.
K
I'm the key, the king, the Kaiser, reminding my kin of karma. I'm a kangaroo keep in your kennel you curb koala, kidnapping kleptomaniacs since kindergarten, killer. Kitties will give their kidney for a kit kat or a kipper.
L
I'm the lyricist's lyricist, livid with little listeners, listen I'm loving living cause life is literally limited. My live lyrics lift lyricism levels luckily, til I leave the labyrinth of London and live in luxury.
M
Meanwhile my motives to motivate and mobilise my monster men, my missions to minimise misdemeanours, mere monuments of these midgets make me milli for minutes, I may be a mad Mongrel and a manic Mesopotamian maniac.
N
No my narratives, not for narcoleptic narcissists. Naive native nitwits natter negative nastiness. Numerous naughty nymphos niggle up to my navel, no, I neglect the negligee and navigate to Naples.
[ From: http://www.metrolyrics.com/alphabet-assassin-lyrics-lowkey.html ]
O
When I operate, obsolete opposition get obliterated. Often obese officers ogle as their occupation, obviously offing other obstacles is my obligation, originality over Oscar ovations.
P
Poisonous Poets, poised at the pulpit, pulverise poachers and pointless posers with potently poignant poems, practically panic. Paparazzi passive passengers planning to pack P's and prang patchy pampering pansies.
Q
Quality over quantity, qualify quantum physics, I question quarrelly quacks and I quickly quadruple quizzes. A quarter get queasy and query with queer quotes though, these quirky quibblers get crippled like Quasimodo.
R
Righteous revolution ragamuffin repping reality, really rebelling, recruiting ready regiments rapidly. Remorseless renegade, riddims and records ripping radio, rapping rattlers really rally rating my ratio.
S
I separately severed several stupid students for steppin and still slewing sacrilegious super sadists in seconds. Speak to Styz and savagely smack up studio sessions, suave swingers spitting sickest similes in seven.
T
Topped the talent and tenacious tendencies of Tyson, tipped as a terrifying terrorist tackling titans. Tokyo to Tennessee, taxing timid tourists, through turbulent times I tangle with total torment.
U
Understand I'm unbelievable, that's an understatement, uglifier, giving ultimatums to undertakers. Unanimous, undisputed, unfuckwithable, unforgiving to ugglesome uncles they're unoriginal.
V
Verbally violent and victims validate my visions, vaporising, vanish various vigilant villains. Vividly victorious over a variety of vixens, venomous viper vanquishes vampires with vengeance.
W
These wobbling wackos are just waiting to work for wages, my words are weapons willing to wage war on you wimpy wasters.
X
See thru you xenophobic x-men with an x-ray, x out xmas with an x-rated sex tape.
Y
Yuppies are yapping, I'm yawning, yearning for yesterday, years when youngers played with yo-yo's not yet with yay.
Z
I'm as zealous as Zeppelin and Zappa in my zones I zoom like Zoro I zap these zonking zebras, my zone's a zoo.
How many letters left?
Zero.
Jumat, 12 November 2010
Kriminalisasi Negara Islam
Perang ideologi selalu dimulai dalam bentuk perang pemikiran. Selama dasawarsa terakhir, negara-negara Barat di bawah pimpinan AS gencar mengembangkan ide-ide yang muncul dari ideologi mereka, yakni Kapitalisme-Sekularisme di negeri-negeri Muslim. Di antaranya adalah nasionalisme, demokrasi, pluralisme politik, HAM, kebebasan dan politik pasar bebas. Melalui kalangan intelektual yang menjadi 'abdi dalem' mereka, ide-ide tersebut dipropagandakan sebagai sistem modern yang mampu melahirkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, syariah Islam, khususnya yang terkait dengan sistem politik dan pemerintahan. yakni Khilafah Islamiyah, terus mereka kritik sebagai ide utopis yang tidak relevan lagi dengan kondisi dunia modern.
Namun kini, setelah sistem Kapitalisme semakin tampak kebobrokannya secara telanjang, sementara seruan penegakan syariah dan Khilafah semakin menguat di berbagai belahan dunia, mereka mulai menggeser perang pemikiran tersebut pada derajat intelektual yang lebih rendah, yakni mereka berupaya membangun brand image negatif bahwa perjuangan penegakan syariah dan Khilafah identik dengan perbuatan kriminal. Misal, mereka membangun opini publik bahwa pelaku terorisme di berbagai tempat di dunia ini dilatarbelakangi oleh perjuangan penegakan Negara Islam (baca: Khilafah). Dengan itu mereka berharap nantinya akan terjadi penolakan massif dari masyarakat terhadap ide penegakan syariah dan Khilafah. Semua itu tentu bermuara pada satu tujuan, yaitu memberangus Islam sebagai kekuatan politik ideologis serta menghalangi tegaknya Khilafah Islamiyah dan penerapan syariah Islam secara kaffah.
Kriminalisasi Negara Islam
Proses kriminalisasi terhadap ide syariah dan Negara Islam atau Khilafah akhir-akhir ini makin menguat dan terbuka. Tidak hanya terjadi di negeri-negeri Barat yang menjadi sentral kendali Kapitalisme global, namun juga terjadi di negeri-negeri Islam termasuk Indonesia. Berikut sebagian fakta proses kriminalisasi tersebut yang tampak dilakukan secara sistematik.
Pertama: dalam jumpa pers di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (24/9), Kapolri Jenderal (Pol.) Bambang Hendarso Danuri menyatakan, "Aksi teroris yang dilakukan sejak tahun 2000 hingga kasus terakhir penembakan tiga polisi di Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, tahun 2010 memiliki target mengambil alih kekuasaan negara untuk menegakkan Negara Islam" (Kompas, 25/9/2010).
Kapolri juga menambahkan bahwa para tersangka teroris menganggap harta hasil perampokan sebagai fai yang sah dan halal, karena harta tersebut didapat dari orang kafir.
Sebelumnya, Kapolri juga mengungkapkan bahwa rencana kelompok teroris yang berlatih di pegunungan di Aceh Besar digunakan untuk melancarkan aksi pembunuhan terhadap para pejabat negara saat upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2010. Ketika semua pejabat negara berhasil dibunuh, termasuk Presiden dan Wakil Presiden, kata Kapolri, kelompok teroris akan mendeklarasikan Negara Islam Indonesia (Kompas.com, 14/5/2010).
Hal ini yang kemudian menjadi alasan dan pembenaran atas tindakan aparat Densus 88 yang membabi-buta terhadap orang-orang yang disangka pelaku tindak pidana terorisme. Selama kurun waktu 2000-2010 saja, sebanyak 44 orang yang disangka teroris tewas ditembak aparat. Terakhir, Densus 88 secara arogan dan kasar menginjak-injak tubuh Khairil Ghazali yang sedang menunaikan shalat magrib saat Densus yang berjumlah sekitar 30 orang dan bersenjata lengkap menyerbu dan mendobrak rumahnya. Ghazali dituding sebagai bagian jaringan teroris yang melakukan perampokan Bank CIMB Niaga di Medan.
Kedua: Presiden SBY juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengaitkan kasus terorisme dengan pendirian Negara Islam. Dalam keterangan persnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (17/5/2010), sebelum bertolak ke Singapura dan Malaysia, Presiden SBY menegaskan bahwa tujuan dari para teroris adalah mendirikan Negara Islam. Padahal, menurut SBY, perdebatan tentang pendirian Negara Islam sudah rampung dalam sejarah Indonesia. Menurut dia juga, aksi teroris telah bergeser dari target asing ke pemerintah dan menolak kehidupan berdemokrasi. Karena itu, menurut Presiden keinginan mendirikan Negara Islam dan sikap anti demokrasi tidak bisa diterima rakyat Indonesia.
Pernyataan Presiden ini sejalan dengan proyek kontra-terorisme yang berada di bawah Kementerian Koordinator Polhukam. Paradigma dasar yang dibangun pada proyek kontra-terorisme ini adalah mengaitkan terorisme dengan pemahaman agama yang dianggap radikal dan fundamentalis. Berdasarkan asumsi paradigma ini, mereka kemudian membangun strategi deradikalisasi agama. Misal, melalui pengarusutamaan tokoh-tokoh Islam moderat, penerbitan buku-buku Islam moderat, perubahan kurikulum pesantren atau sekolah. Islam moderat yang dimaksudkan adalah Islam yang bisa menerima ide-ide Barat seperti pluralisme, liberalisme, sekularisme dan demokrasi.
Ketiga: pada 27-28 Juli 2010 lalu, Pemerintah mengadakan Simposium Nasional yang bertema "Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme", di Hotel Le Meridien Jakarta.
Hasil rekomendasi simposium tersebut di antaranya adalah dukungan kepada Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) untuk memainkan peran selaku focal point serta koordinator pencegahan dan pemberantasan teror secara komprehensif. Pemerintah dianggap perlu mengamandemen UU Tindak Pidana Terorisme No. 15 Tahun 2003, terutama tentang kriminalisasi atau perluasan obyek hukum dan perbaikan mekanisme hukum acara, agar lebih mampu menggulung jaringan teroris sebelum beraksi.
Sebagaimana diketahui, BNPT lahir melalui Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010 yang ditandatangani Presiden SBY pada tanggal 16 Juli 2010 di Jakarta. Meskipun undang-undang yang berkaitan dengan aspek keamanan belum diundangkan, karena RUU Intelijen baru masuk program legislasi nasional DPR tahun 2010, dengan peraturan Presiden ini bisa dianggap cukup sebagai payung hukum dalam proyek kontra-terorisme.
Keempat: media juga turut memainkan perannya untuk menanamkan opini kepada publik bahwa pelaku terorisme adalah kaum Muslim. Salah satunya tampak dari pemberitaan Detik.com dengan judul, "Penggerebekan Teroris di Bandung, Ditemukan Lembaran Kertas Arab Gundul Soal Hijrah dan Jihad" . Detik.com (8/8) melaporkan dalam mobil milik Fahri, yang ditangkap Densus 88 karena diduga teroris, ditemukan ceceran kertas berisi tulisan Arab gundul, antara lain kumpulan fatwa Ibnu Taimiyah tentang jihad, hijrah dan dakwah. Tentu saja pemberitaan seperti ini sangat tendensius dan dapat menimbulkan citra negatif terhadap syariah Islam.
Selama ini pemberitaan tentang terorisme lebih banyak datang dari Polri secara sepihak. Keterkaitan aksi terorisme dengan perampokan yang dianggap sebagai harta fa'i juga datang sepihak dari Polri, meskipun katanya berdasarkan keterangan pelaku yang ditangkap. Stasiun TVOne termasuk yang terdepan dalam memberitakan kasus terorisme seraya mengaitkannya dengan Islam dan kaum Muslim. Mereka biasanya mendatangkan para narasumber yang selama ini memang concern menuding Islam radikal berada di balik aksi-aksi terorisme. Terkait hal ini tentu tidak bisa dipungkiri kedekatan hubungan Gories Mere dengan Karni Ilyas di TVOne. Gories Mere adalah pengendali satgas anti teror di luar struktur, di samping tugasnya di BNN (Badan Narkotika Nasional).
Kelima: kriminalisasi terhadap syariah dan Khilafah juga gencar dipropagandakan oleh para pemimpin negara-negara Barat, khususnya Amerika dan Inggris. Baru-baru ini sebuah panel ahli keamanan nasional Amerika Serikat mendesak pemerintah Obama untuk meninggalkan sikapnya bahwa Islam tidak terkait dengan terorisme dan menyatakan bahwa Muslim radikal menggunakan hukum Islam untuk menumbangkan Amerika Serikat (The Washington Times ,14/09/2010).
Pada 14/5/2010 lalu, mantan kepala staf Angkatan Darat Inggris, Jenderal Richard Dannat, dalam BBC's Today Program, dengan sangat gamblang menyatakan bahwa perang di Afganistan adalah perang melawan Islam. Ketika ia ditanya tentang alasan pendudukan di Afganistan, dengan tegas ia menyatakan bahwa hal itu untuk mencegah agenda Islamis yang ingin menegakkan Khilafah Islam abad ke 14 dan 15, yang sekarang bergerak tumbuh dari Asia Selatan, Timur Tengah hingga Afrika Utara.
Sebelumnya, dalam wawancaranya dengan Radio BBC (05/01/2010), Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan peningkatan intervensi Barat di Yaman. Ia menyerang tuntutan dunia Islam akan Khilafah sebagai ideologi pembunuh dan menganggapnya sebagai penyimpangan terhadap Islam.
Lalu pada Juli 2007, Menteri Pertahanan Inggris saat itu, Lord Wist, ketika menceritakan para pelaku yang berusaha meledakkan mobil di London, ia menyatakan, "Mereka adalah kaum rasis dan puritan. Mereka sedang mencari kekuatan. Mereka adalah orang-orang yang gila harta dan selalu berbicara tentang Khilafah."
Mantan PM Inggris Tony Blair, di hadapan Konggres Partai Buruh, pernah menyatakan bahwa Islam adalah ideologi iblis (BBC News, 16/7/2005). Ia menjelaskan bahwa ciri-ciri ideologi iblis itu adalah ingin mengeliminasi Israel, menjadikan syariah Islam sebagai sumber hukum, menegakkan Khilafah serta menentang nilai-nilai liberal.
Perlu dipahami bahwa tegaknya Negara Islam, apalagi dalam wujud Negara Islam global Khilafah Islamiyah, sebenarnya sangat ditakuti oleh Barat. Sebab, tegaknya Khilafah akan menghentikan hegemoni Kapitalisme Barat yang telah terbukti gagal memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi dunia. Karena itu, tuntutan pelaksanaan syariah Islam secara kaaffah dalam format institusi Khilafah Islamiyah harus dapat dibaca sebagai wujud kepedulian terhadap problema dunia baik ekonomi, sosial, militer, hukum maupun politik yang mengalami krisis dan karut-marut akibat penerapan sistem Kapitalisme global.
Penegakan Khilafah Tanpa Teror
Mayoritas kaum Muslim tentu memiliki pemahaman yang sama, bahwa aksi terorisme yang merusak dan membunuh manusia tanpa hak, apalagi disertai dengan perampokan, merupakan kejahatan besar yang diharamkan oleh Islam.
Sebagaimana diketahui, thariqah (metode) Rasulullah saw. dalam upayanya menegakkan syariah dan Daulah Islamiyah dilakukan melalui proses perang pemikiran, bukan perang senjata. Hal ini tampak dalam aktivitas dakwah beliau pada Periode Makkah yang sama sekali tidak menggunakan kekerasan. Bahkan aksi jihad berupa perang baru dilakukan oleh Rasulullah saw. setelah berdirinya Daulah Islam di Madinah. Karena itu, jika seseorang memiliki pemahaman bahwa kondisi saat ini sama dengan kondisi Makkah maka thariqah dakwah Rasulullah saw. yang tidak pernah menggunakan aksi-aksi kekerasan inilah yang harus diteladani.
Karena itu pula, jika ada pihak yang melakukan aksi terorisme apalagi disertai perampokan untuk mendirikan Negara Islam maka harus dipertanyakan. Mungkin mereka tidak memahami tentang metode penegakan Negara Islam (baca: Khilafah) yang tidak boleh menggunakan aksi kekerasan apalagi kriminalitas. Namun, tidak tertutup kemungkinan pula, bahwa mereka dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin menjelek-jelekkan syariah dan Khilafah. Pengamat intelijen Wawan Purwanto dalam bukunya yang berjudul 'Terorisme Undercover' (CMB, 2007) membeberkan bahwa Noordin M Top dan Dr. Azhari hanyalah pelaku lapangan yang dibayar. Pakar intelijen AC Manullang yang juga mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) berpendapat bahwa Noordin M Top hanya dipakai kekuatan asing untuk menjelek-jelekkan Islam (Tempointeraktif.com, 09/8/2009).
Patut pula diperhatikan bahwa propaganda perang melawan terorisme (the war on terrorism) yang diusung AS dan sekutunya pada dasarnya perang melawan Islam dan kaum Muslim. Propaganda tersebut menjadi salah satu alat untuk mempertahankan imperialismenya di Dunia Islam yang memiliki potensi strategis. Pasca keruntuhan Uni Soviet dengan ideologi Komunismenya, hanya Islam yang dianggap menduduki posisi sebagai ancaman paling potensial terhadap keberlangsungan ideologi Kapitalisme global.
Indonesia merupakan salah satu negeri Dunia Islam yang memiliki banyak nilai strategis bagi peneguhan ideologi Kapitalisme. Posisi geopolitik Indonesia dapat menjadi basis strategis bagi kepentingan Kapitalis Barat di Dunia Islam dan kawasan Asia Pasifik. Negeri yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia ini juga memiliki potensi untuk menjadi pusat Negara Islam global Khilafah Islamiyah. Karena itu, analisis terhadap aksi-aksi terorisme di Indonesia yang tidak mengaitkannya dengan agenda imperialisme global AS 'the war on terrorism' hanya akan menghasilkan analisis dangkal yang out of context dan menyesatkan.
Wallahu a'lam bi ash-shawab. [Dr. M. Kusman Sadik]
Sabtu, 31 Juli 2010
Materi kultum ramadhan
RAM | MILADIYAH | JUDUL MATERI | Tujuan | URAIAN | Keterangan |
1 | 11-Agust-10 | Ramadhan Bulan Berkah | menjelaskan bahwa di bulan ramadhan Allah menurunkan keberkahannya |
| Al-Baqarah 185 |
2 | 12-Agust-10 | Ramadhan Bulan Sabar | Menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan Allah menguji kesabaran kita |
| Ar-ra'd 22 Az-zumar 10 |
3 | 13-Agust-10 | Ramadhan Bulan Ibadah | Menjelaskan bahwa pada bulan Ramadhan Allah melatih kaum muslim untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya |
| Al-Baqarah 185 Ad-Dzariyat 56 |
4 | 14-Agust-10 | Ramadhan Bulan Pengampunan | Menjelaskan bahwa Allah memberikan ampunan di buan Ramadhan |
| Al hadiid : 21 |
5 | 15-Agust-10 | Ramadhan Bulan Jihad dan Dakwah | Menjelaskan urgensi dakwah dan jihad bagi umat Islam terlebih di bulan Ramadhan |
| Al-Anfal 74 |
6 | 16-Agust-10 | Makna Shaum Bagi Seorang Muslim | Menjelaskan bahwa shaum adalah salah satu ibadah untuk mempererat hubungan seorang muslim dengan Allah |
| Al-Baqarah 185 |
7 | 17-Agust-10 | Jangan Sia-siakan Shaum Kita | Menjelaskan bahwa ada tindakan yang dapat merusak dan menyia-nyiakan puasa kita |
| Al-Hujurat 12 |
8 | 18-Agust-10 | Solidaritas Kepada Kaum Dhu'afa | Menjelaskan bahwa sudah menjadi kewajiban setiap muslim memberikan solidaritasnya kepada kaum dhuafa |
| An-Nisa 75 |
9 | 19-Agust-10 | Politik Ekonomi Islam | Menjelaskan politik ekonomi Islam sebagai kebijakan membentuk ekonomi masyarakat yang kuat |
| An-Nuur 33 |
10 | 20-Agust-10 | Janganlah Harta Hanya Beredar di Kalangan Orang Kaya Saja | Menjelaskan bahwa sistem ekonomi akan menjadi sehat manakala harta senantiasa beredar dan tidak terakumulasi (macet) dikalangan orang kaya saja |
| Al-Hasyr 7 At-Taubah 34-35 |
11 | 21-Agust-10 | Realitas Kaya dan Miskin | Menjelaskan bahwa Realitas Kaya dan Miskin tidak perlu saling dipertentangkan tetapi salng memanfaatkan |
| Az-Zukhruuf 32 |
12 | 22-Agust-10 | Zakat Sebagai Sebuah Kewajiban | Menjelaskan bahwa Zakat adalah sebuah ibadah yang diwajibkan atas orang mukmin yang memiliki kekayaan |
| Al-baqarah 110 |
13 | 23-Agust-10 | Distribusi Zakat Mal dan Zakat Fitrah | Menjelaskan bahwa zakat wajib diambil dari para wajib zakat dan didistribusikan secara benar kepada para mustahiq zakat |
| At-taubah 60, 103 |
14 | 24-Agust-10 | Menggapai Lailatul Qodar | Menjelaskan urgensi ibadah pada malam qadar |
| Qs al-Qadar |
15 | 25-Agust-10 | Al Qur'an Kalamullah | Menjelaskan al quran sebagai kalamullah Menjelaskan Al-Quran sebagai petunjuk, penjelasan dan furqaan |
| Al-Baqarah 185 |
16 | 26-Agust-10 | Tadabbur dan Tadarus Al Qur'an | Menjelaskan pengertian sebenarnya tadabbur dan tadarus |
| An-Nisa 82 Muhammad 24 |
17 | 27-Agust-10 | Urgensi Mempelajari Al Qur'an | Menjelaskan urgensi mempelajari al-quran sebagai pedoman hidup |
| Albaqarah 185 Fushilat 44 |
18 | 28-Agust-10 | Tegakkan Syariat Islam | Menjelaskan kewajiban menegakkan Syariat Islam |
| AN Nisa 65 |
19 | 29-Agust-10 | Ghazwul Fikri dan Ghazwuts Tsaqafiy | Menjelaskan deras dan bahayanya kedua jenis perang ini serta upaya mengunggulinya |
| Al-baqarah 120 |
20 | 30-Agust-10 | Tinjauan Politis Perbedaan Awal dan Akhir Ramadhan | Menjelaskan dominannya faktor politik dalam ketak satuan awal dan akhir Ramadhan |
| Hadist Suumu Lirukyatih waftiruu lirukyatih |
21 | 31-Agust-10 | Implementasi Ukhuwah Islamiyah | Menjelaskan bagaimana mengimplementasikan kewajiban ukhuwah Islamiyah |
| Al-Hujurat 10 |
22 | 01-Sep-10 | Membina Persatuan Kaum Muslimin | Menjelaskan urgensi dan keharusan persatuan kaum muslim |
| Ali Imran 103 |
23 | 02-Sep-10 | Hubungan Agama Islam dengan Negara | Menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk masalah kenegaraan |
| Al Maidah 3, 50 |
24 | 03-Sep-10 | Makna Lakum Dinukum Waliyadin | Menjelaskan pengertian bagimu agamamu, bagiku agamaku. |
| Al-Kafirun |
25 | 04-Sep-10 | Tolonglah Saudaramu yang Zhalim Maupun Dizhalimi | Menjelaskan bahwa seorang muslim harus menolong saudaranya sesama muslim baik yang zhalim maupun dizhalimi |
| Huud 113 |
26 | 05-Sep-10 | Membangun Kekuatan Ruhiyah | Menjelaskan pentingnya kekuatan ruhiyah dalam kehidupan manusia |
| Al-Anfal 60 An-Nisa 139 Al-Baqarah 165 |
27 | 06-Sep-10 | Taqwa Hakiki | Menjelaskan pengertian dan karakteristik orang bertaqwa |
| Al-Baqarah 183 |
28 | 07-Sep-10 | Mencintai Allah dan Rasul | Menjelaskan kewajiban Allah Mencintai Allah dan Rasul |
| Ali- Imran 31 At-Taubah 24 |
29 | 08-Sep-10 | Islam Mabda' | Menjelaskan bahwa Islam bukan sekedar Ibadah ritual melainkan merupaka ideologi yang benar |
| Al-Baqarah 208 |
30 | 09-Sep-10 | Tazkiyatun Annafs (penyucian diri) | Menjelaskan tentang Tazkyatun Nafs |
| Al-Baqarah 185 |
Selasa, 06 Juli 2010
Meneladani Rasul Menyirnakan Kesesatan
Pada saat Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu dari Allah SWT yang pertama berupa surat Al-'Alaq, dimulailah periode baru, periode revolusi masyarakat, periode revolusi dunia. Mengikis segala bentuk kejahilan menggantikannya dengan cahaya terang benderang. Revolusi tersebut terjadi bukan karena sebuah kebetulan atau tiba-tiba terjadi begitu saja, jelas di muka bumi ini tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Revolusi itu terjadi bukan pula karena Muhammad seorang jenius kemudian berpikir mengenai bagaimana masyarakat ditata. Akan tetapi Muhammad tidak mengawali dan mengemban seruan revolusioner itu kecuali karena memang dia mendapatkan dan dibimbing oleh wahyu Allah SWT.
Peneliti manapun yang cermat memperhatikan kondisi dunia sebelum diutusnya Nabi Muhammad akan menemukan fakta bahwa dunia diwarnai dengan berbagai kerusakan, dominasi kedzaliman dan tenggelam dalam berbagai kesesatan. Prof DR. Muhammad Rawwas Qol'ahji merincikan kondisi sosial tersebut sebagai berikut:
- Kedzaliman politik
Kekuasaan dimonopoli oleh komunitas tertentu, komunitas ini sering memaksakan kehendaknya kepada rakyat tanpa memberi hak kepada siapapun mengemukakan pendapatnya. Saat itu terdapat pemerintahan dengan kekuasaan absolut seperti pemerintahan kerajaan Romawi.
- Kedzaliman sosial
Karena kekuasaan dimonopoli oleh kelompok tertentu maka terjadilah kelas sosial seperti adanya strata sosial di berbagai masyarakat misalnya ada Tuan and ada Hamba, ada borjuis ada proletar, ada Bangsawan ada rakyat jelata. Ada pembedaan penanganan di hadapan hukum misal di Kerajaan Romawi, undang-undang untuk Bangsawan disebut dengan Undang-Undang Romawi sedangkan undang undang untuk rakyat dan daerah koloni (jajahan) disebut undang-undang proletariat, padahal pada waktu itu Romawi termasuk yang paling besar perhatiannya terhadap perundang-undangan. Bagaimana pula negara yang perundang-undangannya digali dari paganisme atau di arab sendiri tidak ada undang-undang, hanya adat istiadat yang berbeda antara satu etnik dengan yang lainnya. Bangsa-bangsa yang hadir sebelum diutusnya Nabi Muhammad sudah kehilangan ikatan antar manusia yang ada hanya kesukuan yang tegak atas fanatisme jahiliyah.
- Kedzaliman individu
Selama negara belum punya peraturan yang adil dalam mendistribusikan kekayaan kepada rakyatnya maka pastilah kekayaan akan menumpuk di suatu titik dan melahirkan kelas sosial karena kekayaan yang dimilikinya melimpah ruah. Sehingga secara alami kekuasaan akan dikuasai oleh pemilik kekayaan melimpah ruah tadi. Dari sini akan nampak perbuatan orang yang kekayaannya melimpah ruah akan melakukan berbagai macam cara untuk mencari kepuasan akan tetapi mereka tidak akan pernah merasakan puas, akan tetapi justru semakin rakus. Ini terlihat jelas dari maraknya Riba pada masa itu dan bahkan Riba selanjutnya menjadi adat istiadat sampai-sampai tak seorangpun mengingkarinya.
- Kesesatan Aqidah
- Orang Romawi beragama Nashrani awalnya menyembah Allah, tapi selanjutnya tersesat oleh trinitas. Keyakinan mereka Allah adalah Tuhan dan Isa sebagi anak Allah yang memiliki dua sifat yaitu Lahut (Sifat Ketuhanan) dan Nasut (sifat Kemanusiaan).
- Orang persia berkeyakinan Tuhan ada dua yaitu Ahuramazda (Tuhan Kebaikan) dan Ahriman (Tuhan Kegelapan).
- Orang arab berkeyakinan bahwa Allah pencipta segala sesuatu akan tetapi mereka percaya dan menyembah berhala-berhala yang jumlahnya banyak (politheisme). Kata mereka "Ini untuk mendekatkan kami kepada Allah di langit." Keyakinan inilah yang selanjutnya menimbulkan kekacauan atau hal-hal lucu dalam peribadatan mereka misalnya mereka menyembah Tuhan dengan tepukan dan siulan yang tentu saja itu semua tidak ada maknanya sama sekali.
- Orang Romawi beragama Nashrani awalnya menyembah Allah, tapi selanjutnya tersesat oleh trinitas. Keyakinan mereka Allah adalah Tuhan dan Isa sebagi anak Allah yang memiliki dua sifat yaitu Lahut (Sifat Ketuhanan) dan Nasut (sifat Kemanusiaan).
- Kesesatan pemikiran
Pemikiran orang Arab waktu itu kacau balau, menurut mereka batu dapat mendekatkan kepada Allah padahal hanya ikhlash dan amal shaleh sajalah yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Bahkan pemikiran sampai pada tingkat pemahaman terbalik sehingga menurut mereka kedzaliman merupakan sarana terbaik untuk menjaga kebenaran.
Dalam kesesatan yang bertumpuk tersebutlah Muhammad SAW diutus untuk melawan dan menggantikannya dengan cahaya terang benderang. Dimulai dengan menyampaikan Islam oleh Muhammad SAW kepada orang-orang terdekatnya, istri, sahabat dan kerabat. Seruan yang dilakukan Muhammad waktu itu adalah mengajak manusia menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan apapun. Seruan tersebut disampaikannya kepada siapapun yang dijumpainya.
Apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad adalah menjumpai orang, ditawarkan agamanya dan orang yang mau menerimanya, maka digabungkanlah kedalam kelompok tangguh yang keberadaannya dirahasiakan. Kelompok tersebut berdiri atas dasar agama Islam. Pembentukan kelompok tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendidik orang-orang yang baru masuk Islam dengan Al-Quran. Mereka berkumpul di Rumah Arqam bin Abil Arqam. Di rumah tersebut berkumpullah orang-orang yang telah masuk Islam/ tergabung kedalam kelompok dakwah nabi dibacakanlah Al-Quran kepada mereka, dijelaskan dan diperintahkan kepada mereka untuk memahami dan mengamalkannya. Di rumah itu pula Rasul membina tsaqafah umat Islam, Shalat berjamaah bersama mereka juga shalat tahajjud yag diikuti oleh para sahabat. Di tengah mereka timbullah keadaan kehidupan Ruhani yang diwarnai dengan shalat dan membaca Al-Quran. Nabi Muhammad mendidik para sahabat untuk menjadi orang yang sabar menghadapi penderitaan, dan ridha dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, hingga mereka menjadi orang-orang yang ikhlash hanya mengharapkan ridha dari Allah SWT. Ketika itu Nabi Muhammad menyembunyikan identitas kutlah mereka selama 3 tahun sampai turun perintah Allah untuk menyeru dan mengingkari orang musyrik secara terang-terangan (Surat Al-Hijr ayat 94).
Dari sinilah bermula tahapan dakwah rasulullah selanjutnya—setelah sebelumnya membina para sahabat, menyiapkan individu-individu berkepribadian islam yang tangguh dan tergabung kepada kelompok dakwah—tahapan berinteraksi kepada masyarakat secara terang-terangan. Dakwah bertolak kearah aktivitas yang bukan lagi menampakkan Islam sebagai sesuatu yang baru akan tetapi aktivitas yang dilakukan adalah menunjukkan keberadaan kelompok kaum mu'minin yang menyerukan Islam di tengah-tengah masyarakat. Rasulullah pada waktu itu mengambil uslub dengan berjalan dalam dua barisan yang rapi yang sebelumnya tidak diketahui bangsa arab. Rasul bersama para sahabat berjalan mengitari Ka'bah. Dengan aktivitas tersebut Rasul memasuki fase dakwah terang-terangan (I'lan) setelah sebelumnya sembunyi-sembunyi (istikhfa').
Orang Arab khusunya Qurays tidak terlalu ambil pusing atas apa yang sedang dilakukan Nabi Muhammad beserta para sahabatnya. Mereka belum terlalu memahami akan apa yang dibawa Muhammad, apakah itu mengganggu urusannya sendiri atau tidak. Namun perlawanan terhadap Nabi Muhammad dan para pengikutnya secara alami terjadi setelah mereka tahu konten pemikiran yang disampaikan Muhammad beserta para sahabatnya adalah merendahkan tuhan-tuhan orang arab, membeberkan kehidupan mereka yang rusak dan murahan, dan mencela cara hidup mereka yang sesat.
Misalnya rasul menghina sesembahan orang kafir dengan membacakan wahyu dari Allah SWT. : Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan neraka jahannam (Al-Anbiya [21]:98).
Alquran juga mengecam praktek Riba dengan Surat Ar-Ruum: 39 "Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu tambahkan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.
Qur'an juga mengecam orang-orang yang curang dalam takaran, QS Al-Muthaffiffiin 1-3. "Kecelakaan besarlah bagi orang yang curang. Yaitu orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
Dengan demikian secara alami orang Qurays menentang dan memusuhi Nabi dan para pengikutnya. Penentangan tersebut dapat kita lihat dalam beberapa bentuk diantaranya penganiayaan, berbagai propaganda baik didalam negeri maupun di luar negeri dan pemboikotan. Penentangan tersebut berhasil membuat Nabi Muhammad beserta para sahabat menderita, akan tetapi tidak berhasil membuat mereka luntur aqidah dan meninggalkan dakwahnya justru umat Islam semakin yakin akan janji dan pertolongan Allah. Tujuh tahun berikutnya perjuangan Rasul beserta para sahabat memasuki babak yang sangat berat dimana penentangan kaumm kafir sangat keras terhadap agama Allah, namun sekali lagi yang terjadi terhadap Nabi dan para sahabat adalah semakin yakin akan agama Allah.
Perjuangan dan kesabaran yang tiada tanding dalam sejarah manusia ada dalam diri Nabi dan para sahabat, bukan tidak ada hal yang mendasarinya melainkan pasti akibat tertanamnya Islam sebagai aqidah ruhiyah maupun syasiyah. Dengan dasar itu umat meyakini Allah sebagai Pencipta dan Pengatur dengan keyakinan yang tanpa keraguan. Tentu hal ini tak akan bisa diraih kecuali dengan membina para sahabat aqliyah dan nafsiyah islamiyah.
Pemerintahan yang dibentuk oleh Rasulullah.
Pemerintahan atau dalam bahasa arab lebih terkenal dengan istilah Al-Hukmu Menurut makna bahasa, kata al hukmu bermakna al qadla' (keputusan). Sedangkan kata al haakim bermakna munaffidzul hukmi (pelaksana keputusan atau pemerintahan). Adapun menurut istilah, kata al hukmu maknanya adalah sama dengan kata al mulku dan as sulthan. Yaitu, kekuasaan yang melaksanakan hukum dan aturan. Juga bisa disebut dengan aktifitas kepemimpinan yang telah diwajibkan oleh syara' atas kaum muslimin. Aktifitas kepemimpinan ini merupakan kekuasaan yang dipergunakan untuk menjaga terjadinya tindak kedzaliman serta memutuskan masalah-masalah yang dipersengketakan. Atau dengan ungkapan lain, kata al hukmu juga bisa disebut wilayatul amri. Sebagaimana dalam firman Allah:
"Taatilah Allah, dan taatilah rasulullah, serta ulil amri (para pemimpin) di antara kalian." (Q.S. An Nisa': 89)
"Dan kalau seandaianya mereka mengembalikan masalah itu kepada Rasulullah serta kepada ulil amri (para pemimpin) di antara mereka." (Q.S. An Nisa': 47)
Jadi, para pemimpin itulah yang esensinya melaksanakan pelayanan terhadap urusan-urusan umat secara langsung.
Sebagai sebuah ideologi bagi negara, masyarakat serta kehidupan, Islam telah menjadikan negara beserta kekuasaannya sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari dirinya. Dimana Islam juga telah memerintahkan kaum muslimin agar mendirikan negara dan pemerintahan, serta memerintah dengan hukum-hukum Islam. Berpuluh-puluh ayat Al Qur'an yang menyangkut masalah pemerintahan dan kekuasaan telah diturunkan. Dimana ayat-ayat tersebut memerintahkan kaum muslimin agar menerapkan pemerintahan dengan berdasarkan apa yang diturunkan oleh Allah SWT. Allah berfirman:
"Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu." (Q.S. Al Maidah: 48)
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah SWT. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu." (Q.S. Al Maidah: 49)
"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir." (Q.S. Al Maidah: 44)
"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim." (Q.S. Al Maidah: 45)
"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik." (Q.S. Al Maidah: 47)
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (Q.S. An Nisa': 65)
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-Nya serta ulil amri (para pemimpin) di antara kamu." (Q.S. An Nisa': 59)
"Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan cara yang adil." (Q.S. An Nisa': 48)Dan masih berpuluh-puluh ayat yang lain, yang menyangkut masalah pemerintahan dari segi pemerintahan dan kekuasaan itu sendiri. Disamping itu, banyak lagi ayat-ayat lain yang menunjukkan pembahasan pemerintahan secara detail. Bahkan, ada ayat-ayat yang membahas tentang hukum perang, politik, pidana, kemasyarakatan, hukum perdata dan lain-lain. Allah SWT. berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kalian itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan itu ada padamu." (Q.S. At Taubah: 123)
"Jika kamu menemukan mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang ada di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran. Dan jika kamu khawatir akan terjadinya penghianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur." (Q.S. Al Anfal: 57-58)
"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dengan bertawakkal kepada Allah." (Q.S. Al Anfal: 61)
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu." (Q.S. Al Maidah: 1)
"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan cara yang batil dan (janganlah) kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (cara berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui." (Q.S. Al Baqarah: 188)
"Dan dalam qishas itu ada jaminan kelangsungan hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal." (Q.S. Al Baqarah: 179)
"Laki-laki dan perempuan yang mencuri. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah." (Q.S. Al Maidah: 38)
"Dan jika mereka menyusui (anak-anak)-mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya." (Q.S. At Thalaq: 6)
"Hendaklah orang yang mampu memberikan nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberikan nafkah dari harta yang diberikan oleh Allah kepadanya." (Q.S. At Thalaq: 7)
"Ambilah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan." (Q.S. At Taubah: 103)
Dan demikianlah, kita senantiasa akan menemukan garis-garis besar undang-undang perdata, kemiliteran, pidana, perpolitikan, serta mu'amalah dengan jelas di dalam beratus-ratus ayat Al Qur'an. Disamping banyak hadits shahih --yang menjelaskan hal-hal yang serupa-- bertebaran. Dimana kesemuanya itu diturunkan berkaitan dengan suatu keharusan untuk menjalankan serta menerapkan kekuasaan berdasarkan garis-garis besar tersebut. Bahkan, semuanya itu telah berhasil diterapkan dalam kehidupan yang sesungguhnya pada masa Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, serta penguasa-penguasa Islam sepeninggal beliau. Kenyataan ini menunjukkan dengan jelas, bahwa Islam memiliki sistem pemerintahan dan kenegaraan, serta sistem yang bisa menjamin keberlangsungan masyarakat, kehidupan, umat serta individu-individunya. Sebagaimana Islam telah menunjukkan bahwa negara tidak akan begitu saja memerintah sebuah pemerintahan, melainkan dengan sistem Islam. Dimana Islam tidak akan pernah terlihat kecuali kalau Islam hidup dalam sebuah negara yang menerapkan hukum-hukumnya.
Maka, Islam adalah agama dan ideologi, dimana pemerintahan dan negara adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dirinya. Negara adalah thariqah (tuntunan operasional) satu-satunya yang secara syar'i dijadikan oleh Islam untuk menerapkan dan memberlakukan hukum-hukumnya dalam kehidupan secara menyeluruh. Dimana Islam tidak akan tampak hidup, kalau tidak ada sebuah negara yang menerapkannya dalam segala hal. Inilah negara dengan sistem perpolitikan yang sangat manusiawi, bukan negara ketuhanan (otokrasi) dengan sistem pendewaannya. Juga bukan negara yang memiliki sifat takdis apapun, begitu pula kepala negaranya tidak memiliki kema'suman --sebagaimana layaknya seorang Nabi dan Rasul.
Dan sistem pemerintahan Islam adalah sistem yang menjelaskan bentuk, sifat, dasar, pilar, struktur, asas yang menjadi landasan, pemikiran, pemahaman, serta standar-standar yang dipergunakan untuk melayani kepentingan umat, serta undang-undang dasar dan perundang-undangan yang diberlakukan.
Dialah sistem yang khas dan sama sekali lain bagi sebuah negara yang unik, yang berbeda dengan semua sistem pemerintahan manapun yang ada di dunia dengan perbedaan yang mendasar. Baik dari segi asas yang dipergunakan sebagai landasan sistem tersebut, atau dari segi pemikiran, pemahaman serta standar yang dipergunakan untuk melayani kepentingan umat, atau dari segi bentuk yang terlukis dari sana, maupun undang-undang dasar serta perundang-undangan yang diberlakukannya.
Kemungkinan aplikasi perjuangan Rasulullah untuk dunia mutakhir.
Kembali ke awal tulisan bahwa kondisi dimana diutus Muhammad membawa risalah Islam adalah kondisi kesesatan yang nyata dalam berbagai bentuknya, maka apa bila kita cermat melihat keadaan kondisi kesesatan yang terjadi pada era diutusnya rasulullah terulang sekarang dengan bentuk yang telah mengalami evolusi serba canggih namun tetap saja masih sesat.
- Kedzaliman politik
Kedaulatan ditangan rakyat yang tidak memungkinkan semua elemen rakyat memerintah, maka dilakukan perwakilan untuk mewakili rakyat, akan tetapi tentu secara fakta perwakilan rakyat ini justru lebih mewakili dan dimonopoli oleh para kapital pemilik modal. (Apa bedanya dengan zaman sebelum diutusnya Nabi Muhammad?
- Kedzaliman sosial
Karena kekuasaan dimonopoli oleh kelompok tertentu maka terjadilah kelas sosial seperti adanya strata sosial di berbagai masyarakat yang didasarkan kepada pemilikan harta. Maka ada kasta dalam masyarakat saat ini yaitu the have (orang kaya) dan the poor (orang miskin)
- Kedzaliman individu
Sampai saat ini negara-negara di seluruh penjuru dunia belum punya peraturan yang adil dalam mendistribusikan kekayaan kepada rakyatnya maka pastilah kekayaan akan menumpuk di suatu titik dan melahirkan kelas sosial karena kekayaan yang dimilikinya melimpah ruah. Dunia saat ini dikuasai oleh pemikiran individualistik yang hanya mengurusi perut sendiri.
- Kesesatan Aqidah
Aliran sesat bermunculan terus menerus di seluruh dunia hal ini disebabkan masyarakat permisif erdasarkan aqidah sekularisme dan liberalisme yang memang menjamin kebebasan beragama, bicara, bertindak dan kepemilikan kecuali untuk melaksanakan Islam (Pasti dikekang).
- Kesesatan pemikiran
Kebebasan tersebut diatas pula yang mendorong para penganutnya untuk mencari pembenaran dengan menghegemoni masyarakat dengan berbagai macam pemikiran seperti terorisme adalah penyerangan terhadap negara kafir oleh umat Islam. Kalau umat Islam yang diserang oleh negara kafir itu bukan terorisme tapi erorisme.
Maka didalam berbagai kesesatan itu seharusnya tumbuh sebuah kelompok yang berdiri menentang dan menggusur kesesatan lalu mencampakkannya ke tong sampah peradaban. Kelompok itu harus menapaki perjuangan yang dilakukan oleh Rasulullah dengan mengkaji secara mendalam berbagai macam pemikiran Islam setelah sebelumnya menjadikan aqidah yang sama sebagai dasar. Selanjutnya membina para pengemban dakwahnya, menggabungkannya dengan kutlah tersebut untuk pada waktunya nanti sanggup dengan berani berhadap-hadapan langsung melawan berbagai macam kekufuran dengan mengikuti metode perjuangan Rasulullah SAW.